Mengenal Sejarah buku majalah Kuntum – Kuntum adalah buku majalah taman kanak-kanak dwibahasa, cocok untuk bahan bacaan bagi siswa sekolah menengah. buku majalah tersebut pertama kali diterbitkan pada Februari 1980, bertujuan untuk menyebarkan ilmu pengetahuan kepada anak-anak Malaysia di berbagai bidang serta merangsang minat baca masyarakat.

Mengenal Sejarah buku majalah Kuntum

Sumber : dailymotion.com

 Baca Juga : Mengenal buku majalah Matra Selera Para Pria

hns-info – Kuntum diterbitkan oleh perusahaan penerbitan terkemuka Star Media Group Berhad. Keberadaan situs portal Kuntum ini selain memperhatikan perkembangan berbagai kegiatan yang dikemukakan Kuntum dari masa ke masa, juga diharapkan dapat membantu setiap orang dalam mengakses pengumuman dengan lebih mudah.

Sejarah buku majalah Kuntum

buku majalah Mahasiswa Kuntum adalah buku majalah mahasiswa yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1976 oleh Pimpinan wilayah Himpunan Mahasiswa Muhammadiya (dulu Persatuan Pemuda Muhammadiya) di Yogyakarta.

kala itu bersama Bupati Muhammadiyah Yogyakarta menyetujui serta memberikan support serta dana untuk segera menerbitkan buku majalah khusus untuk remaja ataupun kaula muda. Akhirnya kedua pihak mencapai kesepakatan untuk segera menerbitkan buku majalah.Kala itu, buku majalah tersebut disediakan langsung oleh Dewan Pendidikan serta Kebudayaan dengan dana pertama untuk penerbitan pertama, serta sepenuhnya dialihkan ke Himpunan Mahasiswa Muhammadiyah. di bawah manajemennya Kepala wilayah Kota Yogyakarta (IPM).

Alasan penerbitan buku majalah tersebut adalah munculnya beberapa buku majalah yang disukai oleh kalangan remaja serta kaula muda, misalnya buku majalah Gadis yang hanya mengiklankan memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah serta tingkat non-Islam. Menghadapi situasi seperti itu, masyarakat berharap segera menerbitkan buku majalah yang dapat membantu para remaja ataupun kaum muda dalam proses pendidikan, khususnya lewat buku majalah pendidikan Islam.

Agar suatu hal mudah dikenal maka harus diberi nama, demikian juga bersama dengan buku majalah yang baru rilis ini, dalam support nama kuntum diakui sebagai sebuah nama yang pas bagi buku majalah tersebut. Menurut bahasa Negeri Indonesia kuntum berarti kuncup ataupun satuan bunga, sedang menurut bahasa Arab berarti anda sekalian, serta kata kuntum disita berasal dari satu ayat yang tersedia dalam Al- Qur’an surat Ali- Imron:110 yang artinya:

“Adakah anda sebaik-baik umat, yang dilahirkan bagi manusia (supaya) anda menyuruh bersama dengan ma’ruf serta melarang berasal dari yang munkar, serta beriman kepada Allah.”

Demikian basic nama berasal dari buku majalah remaja kuntum, bersama dengan nama selanjutnya diinginkan agar buku majalah ini kelak menjadi mekar serta berkembang. Penerbitan buku majalah remaja Kuntum cuma bertahan sepanjang dua tahun, sesudah itu penerbitan berhenti total gara-gara mengalami kerugian yuang memadai besar. Pada tahun 1982 diusulkan untuk menerbitkan serta memunculkan lagi buku majalah remaja kuntum.

Adapun yang melatar belakangi diterbitkannya lagi buku majalah remaja kuntum kala itu adalah:

Dikalangan remaja dirasakan ada rintangan komunikasi serta Info po-sitif, kreatif, serta edukatif bersamaan bersama dengan maksud pendidikan yang dicita-citakan. Dalam kenyataannya bahwa arus Info serta komunikasi yang meliputi para remaja dewasa ini banyak dikuasai oleh tempat massa yang berorientasi bukan pada pendidikan tapi pada komersialisme, konsumerisme serta style hidup yang dikhawatirkan bakal membawa dampak negatif baik secara psikologis ataupun secara idiologis bagi remaja, serta tidak bersamaan bersama dengan maksud serta cita-cita pembangunan nasional. Di Negeri Indonesia dirasakan masih tidak cukup ada tempat massa yang bisa digunakan untuk menyalurkan beraneka informasi, bakat, kreativitas serta aspirasi yang khas untuk kehidupan para remaja.

Adanya kenyataan bahwa sistem interaksi studi dalam normalitas sistem pendidikan condong terkungkung pada batas pendekatan formal, kala tidak cukup memperhatikan ada dampak yang besar pada sistem interaksi lain di luar itu, apabila dampak tempat massa. Bahwa sepanjang sebagian kala yang selanjutnya di Yogyakarta dulu tersedia sebuah tempat yang dulu menyatakan eksistensinya dalam memenuhi fungsi sebagai tempat penyalur kreasi serta aspirasi para remaja meski dalam skala kecil yakni buku majalah remaja kuntum.

KUNTUM sampai kala ini menjadi buku majalah remaja muslim setiap bulan paling besar di tanah air bersama dengan oplah tidak cukup lebih 5ribu eksemplar yang ddisebarluaskan ke semua sekolah Muhammadiyah di semua kawasan Negeri Indonesia. KUNTUM menjadi buku majalah harus anggota IPM di semua SMP serta SMA Muhamamdiyah di Negeri Indonesia yang terus melaksanakan transform fisik serta kelembagaan. Selain di sekolah Muhammadiyah, sekolah negeri juga menjadi penyuka buku majalah KUNTUM lewat jaringan ROHIS yang juga menjadi pembaca setia KUNTUM.

KUNTUM tetap mengusahakan memberikan rubrik-rubrik yang cocok bersama dengan permohonan ataupun keperluan para remaja. Seperti rubrik Review, Resensi, Youth Profile, What’s Up, Campus, E-Lifestyle, Unique, Tokoh, Kuliner, Klinik kaula muda, Speak Up, serta rubrik-rubrik menarik lainnya, yang menjadi keperluan para kaula muda. KUNTUM membuka area yang luas bagi Sobat Kuntum untuk ikut adil mengirimkan karya terbagusnya. Seperti halnya, rubrik kiriman fiksi berbentuk cerita pendek serta Puisi, selanjutnya non-fiksi berbentuk ide serta Sana-Sini, sampai fotografi lewat rubrik On The Spot.

topic utama yang dicantumkan di buku majalah KUNTUM tetap menyaksikan tema-tema terkini yang sedang berkembang dikalangan remaja secara lokal sampai nasional. Misalnya, pada edisi 388 yang rilis pada Mei tahun 2017 lalu, KUNTUM ikut serta meramaikan Hari Pendidikan Nasional bersama dengan topic utama diberi judul “Sekolah Idaman”. pada edisi 393 yang rilis pada Oktober tahun 2017 lalu, KUNTUM mengangkat tema mengenai “Kids Zaman Now” sebagai respon aktif KUNTUM pada keadaan kaula muda masa sekarang. serta masih banyak lagi, tema-tema mutlak dikalangan remaja yang dulu KUNTUM muat sebagai keliru satu wujud tanggung jawab tempat kaula muda terlebih kalangan remaja.

Setiap bulannya, KUNTUM rilis teratur bersama dengan tidak tipis 48 halaman serta dibaca lebih berasal dari 1juta remaja se-Negeri Indonesia lewat 2.984 sekolah yang menjadi pelanggan setia KUNTUM sepanjang bertahun-tahun. Sebagian besar, dijual kepada para pelanggan setia yang berlangganan secara merata berasal dari tingkat SMP sampai SMA di Negeri Indonesia. Sebagian lainnya, dijual secara free untuk para remaja lewat Perpustakaan serta Ikatan remaja Muhammadiyah ataupun lebih-lebih OSIS di SMP ataupun SMA sederajat serta sebagian Perguruan Tinggi swasta serta negeri di Negeri Indonesia.

 Baca Juga : Sejarah Seni Patung Italia

KUNTUM lagi memunculkan stimulan komunitas literasi lewat Komunitas Sobat Kuntum di tahun tahun 2017. Hal tersebut, didasari bakal keprihatinan KUNTUM pada kaula muda yang jadi meninggalkan etos literasi bersama dengan lebih mengambil pilihan gadget sebagai layanan pelampiasan kesenangan dunia semata. Tak masalah, asalkan culture literasi berbentuk baca, tulis, tetap diamalkan ditengah culture narsis di tempat sosial serta internet. Malahan, harapannya jadi kaula muda masa kini harus bisa pakai tempat sosial serta internet untuk lebih melek literasi.

Sampai kini, ditengah arus digital yang semakin ketat, sepanjang 40 tahun lamanya KUNTUM masih eksis rilis menebar stimulan literasi berkat support Sobat Kuntum. KUNTUM sadar, bahwa cepat ataupun lambat tren cetak sebetulnya tidak bisa sangat diinginkan sepenuhnya. KUNTUM ikut serta eksis meramaikan gaung tren digital lewat www.majalahkuntum.comdan tempat sosial KUNTUM lewat fanspage Facebook (Kuntum Magazine), Twitter @MajalahKuntum, serta Instagram @KuntumMagazine. Lalu, banyak terlibat pula menebar ide literasi dalam aktivitas jurnalistic di sekolah-sekolah ataupun komunitas.Magelang, Yogyakarta, Sragen, Gunung Kidul, Surabaya, Purworejo, serta sebagian kota lainnya adalah wilayah-wilayah yang dulu KUNTUM singgahi. Sesuai semboyan brand KUNTUM, “Inspirasi Kaum Muda”.

HNS-info