Sejarah buku majalah di Dunia serta di Indonesia – Sejak Johannes Guttenberg (Johannes Guttenberg) mengembangkan Machine cetak pada tahun 1455, industri percetakan terus berkembang. Machine cetak ini ialah Machine cetak logam aktif pertama yang digunakan di Eropa.

 

Sejarah buku majalah di Dunia serta di Indonesia

Sumber : pedomankarya.co.id

 Baca Juga : Mengenal Sejarah buku majalah Dunia

hns-info – Secara signifikan, penemu ini meningkatkan ketangkasan produksi bahan hasil cetak termasuk buku serta buku majalah. Machine cetak juga mengurangi durasi produksi buku serta buku majalah sebelumnya.

buku majalah paling awal ialah Elbalus Monaths-Unterredungen taun 1663 hingga taun 1668 yang diterbitkan oleh teologi serta penyair Johann Rist Hamburg, Jerman.

Pembentukan iklan buku sudah ada sejak 1650, serta ciri-ciri tersebut muncul secara rutin serta terkadang mendapat komentar. Terbitkan katalog secara teratur, seperti Mercurius Librarius A Catalog of Books 1668 hingag 1670. Akan tetapi, pada abad ke-17, umur rata-rata dari publikasi semacam itu sangat singkat.

buku majalah atau buku majalah hiburan yang lebih simple, pertama kali diterbitkan pada tahun 1672, yaitu Le Mercure Galant (Le Mercure Galant), dibangun oleh penulis Jean Donneau de Vice. kisah hidup, anekdot serta sebuah mutiara kebijaksanaan.

Di awal peluncurannya, berbagai buku majalah hanya didesain untuk golongan terbatas. Perilis lebih menyukai disebut buku majalah “premium”.

Sejak tahun 1830-an, buku majalah berbiaya rendah untuk massa telah bermunculan. Awalnya, materi yang diperkenalkan buku majalah ini dirancang untuk meningkatkan, menginspirasi, serta menghibur family. Namun, pada abad ke-18, buku majalah terkenal yang hanya menyediakan layanan hiburan berangsur-angsur bermunculan.
Di negara Inggris, seorang Charles Knight (Charles Knight) membuat buku majalah jenis baru ini. Ia menerbitkan “buku majalah Penny” (buku majalah Penny,) serta “Bambu (Ensiklopedia” (Penny Cyclopedia,)..

Selain buku majalah terkenal, berbagai buku majalah telah diterbitkan yang penuh dengan gambar bergambar. Di Amerika Serikat, perkembangan ini baru ditemukan pada tahun 1850. Dari segi sebaran, diketahui bahwa publikasi berskala nasional yang dikembangkan ialah “Pos Sabtu Malam” () serta “Pemuda Sahabat” ().
kuartal terakhir abad ke-19, pasar perilisan buku majalah mengalami pertumbuhan pasar.

Orang akan menerima banyak informasi serta informasi hiburan. GeorgeNewness menyebarkan hobinya, yang dimulai pada tahun 1881 dengan kecintaannya pada bagian-bagian menjahit. Ia menerbitkan “Titmouse” yang diterbitkan secara teratur, yang disebarluaskan ke seluruh negeri. Itu diikuti oleh Strand, yang terkenal karena novel Sherlock Holmes oleh Arthur Conan .

adanya buku majalah menjadi media massa tak lama setelah surat. Layaknya surat kabar, histori buku majalah dimulai di negeri Eropa, khususnya Inggris Raya, Amerika Serikat merupakan perwakilan dari benua Amerika.
Zamannya buku majalah

Di Amerika Serikat, tahun 1820 hingga 1840 ialah zaman buku majalah. buku majalah terpopuler pada saat itu ialah Saturday Evening serta “North American Review” yang diterbitkan pada tahun 1821. Perubahan besar industri buku majalah terjadi di tahun 1890. Frank Musey, McClure, Cyrus Curtis serta banyak Perilis lainnya mulai berinovasi dalam industri perilisan buku majalah.

Mereka melihat ribuan calon konsumen tidak mendapatkan layanan buku majalah yang ada. Mereka melihat periklanan akan memainkan peran penting perekonomian amerika. Oleh karena itu, karakter-karakter tersebut membuat buku majalah yang isinya sesuai dengan kesukaan serta minat masyarakat.

Munsey serta McClure mulai menerbitkan laporan olahraga di Universitas Harvard, diikuti oleh artikel olahraga , artikel perang, lagu , serta selebriti.

Kemudian, Curtis menerbitkan buku majalah khusus ibu “Ladies ‘Home Journal”, yang kemudian menjadi buku majalah dengan oplah lebih dari satu juta eksemplar. buku majalah yang mengkhususkan diri dalam bidang seni serta kesehatan, arsitektur, dll. Segera muncul. Ada panorama yang disebut popularisasi serta segmentasi konten.

Perilis buku majalah juga berusaha menekan biaya agar terjangkau oleh orang biasa. Pada 1893,seorang Frank Munsey menjual buku Munsey seharga 10 sen, yang jauh murah daripada buku majalah sekitar. Periklanan menjadi lebih penting daripada biaya buku majalah.

Curtis bahkan menurunkan biaya majalahnya menjadi 5 sen, lebih rendah dari biaya kertas majalahnya sendiri. Konten terkenal serta biaya murah berhasil menarik banyak pembeli, sehingga pengiklan juga menarik.

Kerugian yang disebabkan oleh biaya yang lebih rendah dari biaya produksi ditanggung oleh pendapatan iklan. Redistribusi pendapatan telah menciptakan kelas menengah dengan daya beli yang lebih baik, yang merupakan pasar potensial berbagai produk masal, yang dapat diperoleh melalui iklan di buku majalah.

Ini juga menekan Perilis untuk bekerja keras menargetkan pembeli serupa untuk mempromosikan segmentasi iklan.
dahulu, untuk mempercepat penyalinan, buku majalah ini mempekerjakan banyak seniman, yang masing-masing membuat sebagian dari gambar, kemudian menggabungkan gambar-gambar ini, serta kemudian menggunakannya sebagai bahan cetak.

Teknologi cetak foto modern jelas lebih mudah. Sejak 1935, keberadaan kamera saku serta layanan pencetakan serta pengiriman foto flash telah memudahkan pengiriman foto. Jika produk yang telah dibaca sebelumnya (hasil cetak) serta hak aksesnya hanya tersedia untuk kelompok tertentu, maka lebih banyak dari produk ini dapat diproduksi baru-baru ini. serta menyebar ke khalayak yang lebih luas.

Koran serta publikasi buku majalah juga harus bekerja keras untuk beradaptasi dengan kondisi baru tersebut. Banyak buku majalah besar mengalami tekanan, setelah puluhan tahun terbit selama puluhan tahun, buku majalah dengan cakupan yang luas akhirnya terpaksa tutup.

buku majalah Survivable biasanya ialah buku majalah khusus, seperti buku majalah perjalanan (Sunset), buku majalah olahraga (Sports Illustrated), hobi berlayar (yacht), pecinta acara TV (panduan TV) atau berita sains (“Scientific American”).

buku majalah yang meliput semua konten (pusparagam) (misalnya Collier’s serta the Saturday Evening Post) sudah ketinggalan zaman, bahkan untuk karya yang pada awalnya begitu terkenal (seperti Life and Look). Ini ialah era buku majalah khusus.

Tokoh Pelopor buku majalah

Penelusuran sejarah perkembangan media massa tidak lepas dari orang-orang yang memprakarsai atau mempublikasikan media massa tersebut. Ini terbukti dalam catatan sejarah buku majalah terkait.
Ilustrasi dilampirkan pada media publikasi. Berikut ini ialah beberapa tokoh dalam catatan sejarah yang berhasil menerbitkan buku majalah yang menjadi tonggak perkembangan media cetak.

Daniel Defoe
Tahun 1704, “The Review” terbit di Inggris, buku majalah ini memuat berita, artikel, kebijakan nasional, serta aspek moral. Tabel berada di antara buku majalah serta surat kabar, setiap halaman berukuran kecil, serta diterbitkan tiga kali seminggu. Defoe berfungsi sebagai pemilik, Perilis, editor serta penulis.

Benjamin Franklin
Dialah yang menerbitkan buku majalah pertama di Amerika Serikat. Pada 1740, ia menerbitkan “buku majalah Umum” serta “Kronik Sejarah”.

Richard Steele
Dia menulis “The Tatler” pada tahun 1790, serta kemudian menerbitkan “The Audience” bersama Joseph Addison. buku majalah tersebut memuat isu-isu politik, berita internasional, artikel dengan unsur moral, berita hiburan tentang drama serta gosip.

Dewitt Wallace serta Lila
Ketika mereka berusia 20 tahun, pasangan itu berhasil menerbitkan buku majalah “Reader’s Digest” pada tahun 1922. Di pertengahan abad ke-20, buku majalah ini menjadi buku majalah tersukses. Pada tahun 1973, di Amerika Serikat saja, “Reader’s Digest” menarik 18 juta pembaca, yang tidak dihitung sebagai jumlah pembaca di dunia.

Henry Luce
Lulusan Yale serta warga Inggris Hadden menerbitkan buku majalah Time. Dia didorong oleh keberhasilan Reader’s Digest. Tak hanya itu, ia juga menerbitkan “Fortune”, “Sports Apocalypse” serta “Life”. Yang terakhir ialah buku majalah berita yang memuat banyak foto. Foto-foto ini dapat digunakan sebagai sarana publisitas, hiburan, serta pengaruh.

Hugh Hefner
Ia menerbitkan buku majalah “Playboy” pada tahun 1953. buku majalah pria saat ini ialah salah satu buku majalah tersukses. Pada 1970-an, oplahnya mencapai 6 juta.

  Baca Juga : Sejarah Seni Patung Italia

Sejarah buku majalah di Indonesia

Sejarah keberadaan buku majalah sebagai media massa Indonesia dimulai pada masa sebelum serta sesudah kemerdekaan Indonesia.

Di Jakarta pada tahun 1945, buku majalah bulanan bernama Pantja Raja yang dipimpin oleh Markoem Djojohadisoeparto terbit di Arnold Monoutu pada bulan Oktober 1945 atas prakarsa Ki Hadjar Dewantoro, Hassan Missouri The Ph.D. mempublikasikan berita yang disiarkan oleh Radio Republik Indonesia. (RRI) dalam mingguan “Menara Merdeka (Menara Merdeka)”.

Di Kediri terbit buku majalah bahasa Jawa Djojobojo pimpinan Tadjib Ermadi. Anggota Himpunan Pelajar Indonesia Indonesia Blitar menerbitkan buku majalah bahasa Jawa Obor (Suluh)

Awal Kemerdekaan
Soemanang SH, Perilis buku majalah “Revue Indonesia”, dalam salah satu edisinya mengedepankan “ Ide mengkoordinasikan perilisan surat kabar ”, serta jumlahnya sudah mencapai ratusan.

Semuanya diumumkan dengan satu tujuan, yaitu menghilangkan sisa-sisa rezim di Belanda, membangkitkan semangat perlawanan rakyat terhadap bahaya penjajahan, menegakkan persatuan nasional demi kemerdekaan bangsa yang abadi serta menjaga kedaulatan rakyat.

Zaman Orde Lama
Saat ini perkembangan buku majalah belum begitu baik, karena buku majalah yang terbit relatif sedikit. Catatan sejarah buku majalah “Bintang Mingguan”, serta buku majalah mingguan bernama Gledek terbit di Bogor, namun hanya berumur beberapa bulan.

Zaman Orde Baru
Pada awal orde baru, banyak buku majalah yang diterbitkan, serta beragam di antaranya, antara lain buku majalah Selecta yang dikepalai oleh Jamsudin Lubis, buku majalah sastra Horison yang dipimpin oleh Mochtar Lubis, buku majalah Panji Masyarakat serta buku majalah Kiblat.

Hal ini sejalan dengan membaiknya situasi perekonomian nasional Indonesia serta peningkatan taraf pendidikan masyarakat.

HNS-info - Memberikan Berita Terupdate Seputar Webmedia Alternatif dan Webmedia Asosiatiff Terupdate